Kamis, 29 Juni 2023

Campak - Penyebab, Gejala, dan Langkah Pengobatannya

 

TABLE OF CONTENTS

  • Apa itu Campak?
  • Penyebab Campak
  • Gejala Campak
  • Pengobatan Campak
  • Pencegahan Campak
  • Tangani Campak dengan Tepat
  • Morbili, measles, atau campak adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Penyakit campak ditandai dengan munculnya ruam merah pada sekujur tubuh. Campak seringkali dialami oleh anak-anak. Namun, tidak menutup kemungkinan campak juga bisa terjadi pada orang dewasa.

     

    Gejala campak sedikit mirip dengan penyakit flu pada umumnya yaitu demam, nyeri otot, pusing, pilek, batuk, hingga tubuh terasa lemas. Namun, gejala yang paling membedakan flu umum dengan campak adalah ruam pada kulit. Campak akan menimbulkan ruam berwarna kemerahan di sekujur tubuh, namun flu umum tidak demikian.

     

    Untuk mengenal apa itu campak selengkapnya, Anda dapat membaca artikel berikut ini sampai habis.

     

    Apa itu Campak?

     

    Sebenarnya, apa itu campak? Jadi, campak adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus pada saluran pernapasan. Penyakit campak ini sangat menular (infeksius) dan dapat menimbulkan komplikasi serius pada anak-anak apabila tidak ditangani sesegera mungkin.

     

    Walau demikian, campak adalah penyakit yang bisa dicegah atau tergolong ke dalam jenis PD3I (Penyakit yang dapat Dicegah dengan Imunisasi). Karena itu, penting untuk melakukan imunisasi campak pada anak untuk mencegah terjadinya penyakit infeksi satu ini.

     

    Penyebab Campak

     

    Penyebab utama campak adalah infeksi virus dari famili Paramyxovirus, seperti rubeola dan rubella. Infeksi virus ini dapat ditularkan melalui percikan air liur penderita campak.

     

    Perlu diketahui, penderita campak dapat menularkan penyakitnya sejak 4 hari sebelum ruam merah muncul pada kulit. Bahkan, penderita campak juga masih bisa menularkan penyakit tersebut 4 hari setelah ruam merah muncul. Di samping itu, virus penyebab campak juga bisa bertahan di udara dan menempel pada benda-benda selama kurang lebih 2 jam.

     

    Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penularan virus campak pada seseorang. Faktor risiko dari campak adalah sebagai berikut:

     

    • Belum mendapatkan vaksin MMR.
    • Tubuh kekurangan vitamin A. Tubuh yang kekurangan vitamin A akan berisiko menimbulkan gejala campak yang lebih parah.
    • Melakukan perjalanan ke negara yang mengalami wabah campak.

     

    Gejala Campak

     

    Umumnya, gejala campak akan muncul kurang lebih sekitar 7 sampai 14 hari setelah tubuh terinfeksi virus rubeola atau rubella. Gejala awal dari campak adalah demam tinggi, batuk, pilek, serta mata merah. Memang, gejala awal campak tersebut terlihat sedikit mirip dengan flu umum. 

     

    Namun setelah beberapa hari, campak akan memunculkan gejala khas yakni ruam merah pada kulit. Adapun gejala dari penyakit campak adalah sebagai berikut:

     

    • Pilek, batuk, dan sakit tenggorokan.
    • Tubuh terasa lemas.
    • Mata merah.
    • Demam tinggi.
    • Sakit dan nyeri otot.
    • Nafsu makan menurun.
    • Diare.
    • Mual dan muntah.
    • Ruam merah pada sekujur tubuh.
    • Bercak putih keabu-abuan pada membran mukosa, seperti mulut dan tenggorokan.

     

    Pengobatan Campak

     

    Penyakit campak sebenarnya tidak memerlukan tindakan pengobatan khusus. Lantaran, campak bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, penderita campak tetap dapat diberi penanganan untuk meringankan gejala serta mencegah terjadinya komplikasi penyakit serius.

     

    Penanganan yang dilakukan untuk meringankan gejala campak adalah sebagai berikut:

     

    • Penderita campak sebisa mungkin melakukan isolasi di ruangan yang terpisah dengan orang lain. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penularan campak.
    • Istirahat yang cukup dan hindari melakukan aktivitas berat.
    • Perbanyak minum air putih.
    • Mengonsumsi makanan sehat yang memiliki gizi seimbang.
    • Mengonsumsi obat antinyeri atau penurun demam yang diresepkan oleh dokter.
    • Mengonsumsi suplemen vitamin A yang diresepkan oleh dokter.

     

    Pencegahan Campak

     

    Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Karena itu, Anda dapat melakukan pencegahan campak dengan memberikan vaksin pada anak. Vaksin yang diberikan pada anak untuk mencegah terjadinya campak adalah vaksin MMR.

     

    Vaksin MMR merupakan jenis vaksin yang akan melindungi tubuh dari beberapa jenis penyakit, yaitu gondongan (mumps), campak (measles), dan rubela (rubella). Dokter akan memberikan vaksin MMR pada anak melalui 2 dosis, di antaranya:

     

    • Dosis pertama dilakukan saat anak berusia 12 sampai 15 bulan.
    • Dosis kedua dilakukan saat anak berusia 4 sampai 6 tahun.

     

    Selain itu, pencegahan campak juga bisa dilakukan dengan selalu menjaga kebersihan diri, seperti mencuci tangan, menggunakan masker saat bepergian, dan lain sebagainya.

     

    Tangani Campak dengan Tepat

     

    Bila memiliki gejala campak seperti ulasan di atas, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan campak yang tepat. 

     

    Atau, Anda juga bisa melakukan imunisasi campak melalui layanan Siloam at Home - Paket Vaksinasi MMR Anak. Layanan Siloam at Home memudahkan Anda untuk mendapatkan pelayanan kesehatan karena petugas medis dari Siloam Hospitals yang akan mendatangi rumah Anda.


    Praktis, Anda hanya perlu mengunduh aplikasi MySiloam melalui Google Play Store atau App Store pada ponsel pintar Anda. Lalu, daftarkan diri dan pesan layanan Siloam at Home. Mudah, bukan? Jadi, unduh aplikasinya sekarang juga, ya!

    SUMBER: https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-campak

  • VIDIO TENTANG CANPAK



  • SUMBER: https://www.youtube.com/watch?v=gEeORqbBZMQ&feature=youtu.be

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Gejala Diare pada Anak Beserta Cara Mengatasi dan Mencegahnya

  Diare pada anak tentu membuat para orang tua khawatir dan bingung cara menanganinya. Namun, kondisi ini sebenarnya bisa diatasi melalui pe...